Bab 29. Kembali ke Dunia Nyata "Lepaskan dia, Ibu," suaraku serak, lebih seperti gesekan amplas di atas beton daripada suara manusia. Elena Vulture tertawa kecil, suara yang terdengar begitu asing di ruangan sedingin ini. Di layar tabletnya, Silas atau siapa pun pria di dunia nyata itu, tampak berhenti di depan sebuah toko mainan. Dia membungkuk, merapikan syal anak kecil yang memiliki mata persis sepertiku. Gerakannya begitu penuh kasih, begitu protektif, hingga sulit dipercaya bahwa dia adalah seorang pembunuh yang sedang menunggu aba-aba. "Kasih sayang adalah algoritma yang paling mudah dimanipulasi, Anita," Elena melangkah mendekat. Bau antiseptik dan parfum mahal yang menyesakkan menyerang indra penciumanku. "Dunia ini damai karena kamu dianggap sebagai martir. Jika kamu bangun

