Singgasana Perak di Langit Hampa

1127 Kata

Dunia tidak lagi memiliki berat. Aku terbangun di atas hamparan permadani beludru hitam yang membentang tanpa batas, di bawah langit yang tidak dihiasi bintang, melainkan oleh aliran kode berwarna emas yang berdenyut seperti pembuluh darah dewa. Tidak ada bau debu, tidak ada sisa gas saraf. Yang ada hanyalah aroma mawar musim panas yang terlalu tajam, terlalu sempurna untuk menjadi nyata. Aku bangkit, dan saat itulah aku merasakan perubahan itu. Gaun katun compang-camping yang kukenakan di menara telah berganti menjadi sutra putih yang mengalir seperti air. Namun, yang membuat napasku tercekat adalah tanganku. Kulitku kini tidak lagi putih pucat, melainkan perak metalik yang memantulkan cahaya emas dari langit. Saat aku menggerakkan jemari, tidak ada suara gesekan kulit, melainkan denting

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN