Nasi Goreng

1181 Kata

Zayyan melampiaskan kekesalannya pada tumpukan dokumen di atas mejanya. Dia marah karena respon Ara tidak seperti yang ia harapkan. Meski sebenarnya dia juga sudah tidak menginginkan Ara lagi seperti dulu, tetapi setidaknya ia berharap Ara kecewa padanya. Tok tok tok. Terdengar suara pintu diketuk. Zayyan tidak menjawab. Itu pasti Sandy. Tetapi ternyata bukan sekretarisnya. Yang muncul ke ruangannya adalah Cacha. “Ada apa kamu kemari?” tanya Zayyan cuek. Suasana hatinya sedang tidak baik. Cacha tidak menjawab langsung. Dia hanya berjalan menghampiri ke mejanya dengan wajah yang jutek. “Aku lupa, tadi Ibu memberikan ini untukmu.” Cacha meletakkan sebuah paper bag kecil. Zayyan menatap wajah Cacha dengan tatapan bertanya. “Katanya untuk kamu makan.” “Memangnya aku masih anak kecil dibe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN