“Aku jadi penasaran, siapa ya wanita itu. Kenapa juga harus diblur wajahnya. Kan bikin penasaran.” Cacha masih menguping obrolan mereka. Meski sebenarnya ngeri-ngeri sedap Cacha cukup tenang karena identitasnya tidak ketahuan. Kalau semuanya tahu siapa wanita itu, mungkin dia akan mendapatkan masalah di sini. Cacha hanya bisa berdoa semoga Zayyan segera menyudahi sandiwara ini secepatnya. “Tapi pernah sih mikir, kalau ternyata pacarnya itu kerja di Brave TV?” Cacha terbatuk karena kaget. Dia panik karena takut ketahuan. Cacha kemudian melirik ke arah mereka dengan wajah yang tegang. Kedua orang itu hanya menatap heran pada Cacha yang tiba-tiba batuk. Saking tidak bisa menahan rasa tegang dan paniknya Cacha kemudian berdiri. “Permisi Mbak. Toiletnya sebelah mana ya?” tanya Cacha. Dia t

