Sesuai dengan rencana Zayyan, hanya butuh satu jam kurang untuk berpura-pura memesan WO. Mereka berdua kemudian melanjutkan kembali perjalanan menuju gedung stasiun Brave TV. Cacha asyik dengan ponsel barunya. Dia sudah mengirimkan pesan pada Bimo kalau dia ingin bertemu dengannya dan membicarakan masalah yang kemarin sempat tertunda. “Kamu lagi chatan sama siapa?” tanya Zayyan penasaran karena fokus Cacha terus pada Hpnya saja. “Bukan urusan kamu,” jawab Cacha tidak peduli. “Tentu saja aku harus tahu. Aku ini berhak.” Cacha menghentikan jarinya yang bergerak di layar ponsel lalu menatap ke arah Zayyan dengan tatapan tidak suka. “Aku harus tahu karena aku tidak ingin kamu menyembunyikan sesuatu dariku. Ingat kita berdua itu sedang survive dari kemungkinan buruk yang akan terjadi.”

