Jam delapan pagi Cacha sudah siap-siap di teras rumah menunggu Zayyan yang katanya mau menjemputnya. Ibunya yang sedari tadi memperhatikannya mengawasi dari dalam rumah. Tak lama kemudian terdengar sebuah klakson mobil. Cacha segera bersiap dan menyandang tas kerjanya. “Tunggu dulu! Bawa ini dan kasihkan padanya!” Aini ibunya Cacha memberikan sebuah paperbag kecil. “Apa ini?” Cacha kemudian membuka paper bagnya dan melihat ada satu kotak bekal makan di sana. “Sudah jangan kelamaan, dia sudah menunggumu!” Aini mendorong Cacha agar segera berangkat. “Buatku mana?” tanya Cacha menagih. Dia tidak mengira kalau ibunya hanya membawakan satu kotak bekal makan hanya untuk Zayyan saja. “Ckkk! Kamu kan gak suka kalau ibu bawakan bekal,” sahut Aini. Setelah mengatakan itu ibunya segera kembali m

