Selamat membaca, terimakasih. Nafas Abraham tercekat saat mendengar suara lengkingan panjang dari mesin monitor ICU yang terhubung ke tubuh Abelia. Beruntung Marta yang cekatan berhasil membawa Abelia kembali. Untuk ke sekian kali nya Abelia nyaris kehilangan harapan untuk bertahan dengan bantuan peralatan medis di tubuh nya. Dan seperti biasa pula Abraham tak pernah mengijinkan takdir berkehendak atas wanita yang ia klaim sebagai milik nya. "Terimakasih Marta," ucap Abraham tulus. "Nona Abelia mungkin sudah lelah dengan segala prosedur medis yang kita lakukan tuan. Ini yang ke empat kali nya, kita nyaris kehilangan." Tutur Marta memberanikan diri. Namun Abraham malah meminta Marta keluar. "Terimakasih banyak Marta, kamu boleh beristirahat sekarang." Usir Abraham secara halus. Mart

