Selamat membaca dan jangan lupa simpan di pustaka kalian. Terimakasih Alesha mendengus kasar saat mendengar kalimat permintaan maaf yang di lontarkan oleh Abraham. Meski sebenar nya hati wanita itu merasa senang, karena Abraham tak membutuhkan waktu lama untuk kembali melunak pada nya. Alesha yakin, apa yang di katakan oleh sang kakek benar benar bisa di percaya. Kini Abraham duduk di hadapan nya dengan ekspresi penuh rasa bersalah sambil menggenggam erat jemari nya. "Apa aku di maafkan, Alesha?" Walaupun sangat ingin mengangguk, namun Alesha berusaha untuk menahan diri. Menjaga image nya di hadapan Abraham agar tak terkesan mura*han. Melihat wajah memelas Abraham membuat hati Alesha bersorak puas. "Berjanji lah untuk tak melakukan hal menyebalkan seperti kemarin, Abraham. Aku tak ya

