Abraham terus menatap kedua bawahan nya dengan tatapan penuh intimidasi. Sedangkan Yulia hanya bisa pasrah menunggu kalimat keramat yang akan Abraham ucapkan. Pemecatan adalah hal yang paling pertama mereka pikirkan. Karena telah membuat jari telunjuk atasan nya terjepit oleh pintu. Abraham terkejut oleh suara teriakan mereka yang memekakkan telinga, sampai tanpa sadar menutup pintu sementara jari nya masih menopang di sana. "Coba jelaskan apa yang membuat kalian berdua seperti orang kesurupan?" suasana semakin mencekam hingga akhir nya Jovan memilih untuk mengabaikan harga diri nya demi mendapatkan pengampunan dari Abraham. Pria itu berlutut di hadapan Abraham yang kini tengah duduk di sofa tunggal dengan kedua kaki di sandingkan, dan kedua tangan yang berlipat di da*da. "Maafkan saya

