“Kenapa Nenek sudah sibuk di dapur sepagi ini?” Arisha menghampiri Hilya yang menata buah-buahan di keranjang. Dia tersenyum menyambut kedatangan cucu menantu pertamanya itu. “Nenek tidak bisa tidur, jadi Nenek cari kesibukan.” “Kenapa? Apa ada masalah?” tanya Arisha. Dia cepat-cepat mendekat dan meraih lengan Hilya. Pandangannya meneliti wajah sang nenek yang menahan tawa. “Nenek tidak punya masalah. Nenek juga tidak sakit. Jadi, tidak usah khawatir. Pernikahan Zaina membuat Nenek terlalu bahagia sampai-sampai sulit tidur.” “Nenek yakin kalau Nenek baik-baik saja?” Menjadi cucu menantu selama lebih dari tiga tahun membuat Arisha mengenal kepribadian Hilya yang sedikit tertutup. Mungkin karena sudah terbiasa mengerjakan apa pun seorang diri setelah kepergian sang suami. Jadi, Hilya me

