Bab 75: Malam Panjang

1801 Kata

“Kakak ngundang berapa banyak orang, sih?” tanya Zaina begitu melihat ramainya tempat menggelar resepsi pernikahan. “Kamu yang tahu pasti jumlahnya. Kita bahkan mengundang teman, guru, dan dosen kamu. Mana mungkin kamu lupa,” bisik Barra. Dia ikut memperhatikan para tamu. Beberapa sibuk mengobrol. Yang lainnya sibuk memilih makanan. Ada juga yang hanya duduk sambil menikmati santapan. “Sampai jam berapa kita harus duduk di sini?” “Sabar, dong. Ini baru jam berapa? Kamu tadi sudah tidur cukup lama.” “Ini bukan masalah tidur lama, Kak. Aku sudah bosan di sini. Aku mau pulang, terus baring-baring sesuka hati. Capek tahu duduk di sini. Apa lagi dilihati banyak orang kayak gini. Rasanya ada yang mata-matain aku.” Barra menahan tawa. Ternyata Zaina merasa tidak nyaman karena menjadi perhati

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN