“Kakak mau ngapain?” tanya Zaina saat Barra tiba-tiba berbaring di tempat tidur. Barra mendengkus, memandangi gadis yang beberapa waktu lalu telah menjadi istrinya. Melihat kedua mata Zaina yang membesar, dia malah menutup mata dengan lengan. Setelah mempersiapkan pernikahan berhari-hari, rasa lelah baru menghampirinya sekarang. Dia hanya ingin tidur sebentar. Apa itu salah? Merasa tidak mendapat jawaban, Zaina memperhatikan Barra yang tidak bergerak sama sekali. Dia meneliti Barra dari ujung rambut sampai ujung kaki. Apa yang sebenarnya sedang dikerjakan oleh pria itu? Dia sungguh ingin tahu apa yang dipikirkan Barra saat ini. Apa Barra benar-benar tertidur. Pria yang sekarang berstatus sebagai suaminya itu mungkin tengah kelelahan. Barra bahkan tidak melepaskan jas yang dipakai. Sepa

