“Cantik banget, lho, Zai.” Kamila hampir memencet hidung mancung Zaina kalau tidak ingat hari ini sangat istimewa. Setelah sebulan yang penuh drama, tibalah pernikahan Zaina dan Barra. Sekarang, Zaina sudah bersiap dengan long dress biru untuk ijab kabul. Dia berada di kamar. Sementara yang lain sudah berada di tempat acara. Layar laptop Zaina menyala dan memperlihatkan Barra yang sungguh memesona. Dia tidak berkedip melihat ketampanan Barra dalam balutan jas hitam. Pria itu semakin tampan hari ini. Rasanya ingin cepat-cepat menyelesaikan acara agar bisa segera bertemu dengan Barra. “Sudah enggak sabar jadi nyonya Barra, ya?” Pandangan Zaina beralih pada Kamila. Kalimat “nyonya Barra” sedikit menggelitik. Persiapan yang dilalui Zaina selama sebulan ini tampak sangat cepat. Seolah semu

