“Warna biru?” tanya Zaina dengan mata melebar. Siapa sangka kalau Barra mempersiapkan gaun biru. Bukannya putih seperti pengantin kebanyakan. Dia meneliti setiap payet yang menghiasi d**a hingga pinggang gaun. Di bagian ujung tangan dan bawah gaun juga bertabur payet. Dapat dipastikan kalau baju itu lumayan berat. Pilihan Barra memang tidak pernah mengecewakan. Begitu melihat untuk pertama kali, Zaina sudah sangat menyukai gaun itu. Mengenai modelnya yang panjang dan berlengan pendek, Barra pasti punya alasan sendiri. Lagi pula, Zaina lebih menyukai baju yang sopan ketimbang mengumbar bagian tubuhnya. Membayangkan akan ada banyak orang yang memperhatikan, Zaina tanpa sadar meremas tangan. Pasti lebih nyaman menggunakan gaun tertutup seperti ini. Itu sebabnya Barra memilih. Seperti biasa

