Bab 71: Malam Pengukuhan

1770 Kata

“Semur ayam buatan Kakak enak banget. Aku boleh minta resepnya?” Zaina menoleh pada Kamila yang tengah memegang lengan Arisha. Bukan hanya dia, Dzaky juga ikut menoleh. Kakak adik itu kalau Kamila bahkan jarang sekali memasuki dapur di rumahnya. Kegiatan memasak merupakan hal paling mustahil yang akan dilakukannya. Untuk apa dia bertanya mengenai resep pada Arisha coba? Sadar jika diperhatikan, Kamila melirik Zaina dan Dzaky bergantian, lalu tersenyum lebar. Membuat kedua orang yang memperhatikan saling pandang. Mereka mengangkat bahu saat tidak menemukan jawaban. Sementara Arisha bersiap membuka mulut untuk menjelaskan kepada Kamila. Namun, niat itu batal karena Khafi memberikan kode untuk meminta perhatian. Semua orang menunjukkan ekspresi yang berbeda karena perbuatan Khafi. Kamila

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN