Suasana sangat sepi saat Zaina memasuki rumah Barra. Dia menghela napas, lalu memperhatikan ruang tamu yang biasanya digunakan Barra untuk bersantai. Ada sebuah foto keluarga dengan ukuran besar. Gadis itu menyapa kedua orang tua Barra yang ada dalam gambar. “Siang, Om, Tante,” ujar Zaina sambil tersenyum lebar. “Saya baru saja wisuda. Coba lihat ini. Saya juga masih mengenakan kebaya.” Dia menunjuk dirinya sendiri. Sang gadis sudah sering bercerita pada foto keluarga milik Barra. Terutama dua tahun belakangan ini. Saat merindukan Barra, dia selalu berkunjung ke rumahnya. Tempat itu selalu bersih dan rapi meski Barra jarang sekali berada di sana. Tentu saja. Mana mungkin Barra membiarkan ada sedikit saja Febi di tempat tinggalnya. Kepala Zaina celingukan. Biasanya ada dua atau tiga asis

