“Ayo, senyum.” “Lihat ke kamera. Satu, dua, tiga.” Barra memperhatikan orang yang berlalu lalang di sekitarnya. Senyum menghiasi semua wajah para sarjana baru. Sebagian asyik berfoto bersama teman, dosen, dan keluarga. Sebagian yang lain membuat selebrasi khas anak wisuda dengan melempar topi kebesaran mereka sambil bersorak. Perlahan, senyum para mahasiswa yang baru diwisuda itu menular pada Barra. Dia menarik napas ketika mengingat momen kelulusannya bertahun-tahun lalu. Hari ini, dia kembali untuk menyaksikan keberhasilan Zaina menyelesaikan masa belajar di perguruan tinggi. Waktu yang sangat dinantikan oleh dirinya. Dua tahun berlalu. Barra beruntung bisa menyelesaikan pekerjaan lebih cepat sehingga bisa datang ke perayaan kelulusan Zaina. Nyaris saja dia mengecewakan gadis itu unt

