Bab 83: Persiapkan Dirimu!

1808 Kata

“Kita lagi di ruang tengah, Kak Barra,” kata Zaina mengingatkan. Tangan sang gadis berusaha mendorong Barra. Namun, sentuhan itu justru membuat Zaina menelan ludah. Dia bisa merasakannya otot keras Barra di tangannya. Sebuah alarm tanda bahaya sudah berbunyi di kepala Zaina sejak tadi. Apa lagi, saat Zaina tak kunjung memindahkan posisi tangannya dari d**a Barra. Karena tidak melihat tanda-tanda kalau Zaina akan melepaskan tangan, Barra meraihnya. Dia lantas menggenggam tangan Zaina dan menariknya mendekat. Zaina terlalu terkejut untuk menghindar. Tahu-tahu dia sudah berada dalam pelukan sang suami. Rengkuhan Barra benar-benar membawa dampak buruk bagi jantungnya. “Kak Barra, jangan macam-macam!” ancam Zaina. Dia berusia melepaskan diri dari Barra. Sayang, Barra malah semakin mengeratka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN