Pertanyaan Kamila membuat Zaina terdiam sangat lama. Dia benaran tidak mengerti kenapa sang sahabat bisa menangkan hal yang begitu sensitif. Mungkin tujuannya memang hanya untuk bercanda. Namun, dia tidak menyangka kalau harus memberikan jawaban pada Kamila. Zaina melirik pada Barra yang tetap berbicara pada Dzaky. Sesekali pria itu menggerakkan tangan ke sana sini. Senyum Zaina mengembang. Dia menghela napas, lalu menyandarkan tubuh ke sofa. Kepalanya mengangguk-angguk. Sementara bibirnya memberengut. Semua pergerakan Zaina tidak luput dari Kamila yang memang tengah memperhatikan sahabatnya. Dia mengerutkan kening saat melihat Zaina yang mengangguk berkali-kali. Hatinya bertanya-tanya apa yang ingin dikatakan oleh Zaina. Mungkinkah dia salah menebak? Kemudian, pandangan Kamila beralih

