“Mereka semua adalah para pekerja di rumahku,” ujar Barra usai memperkenalkan semua pekerja di rumahnya. Jujur saja, Zaina sudah mengenal mereka semua tanpa diperkenalkan seperti ini. Apa lagi belakangan, dia sangat sering ke rumah Barra. Para pekerja itu tampaknya juga sudah tahu siapa Zaina. Mereka tersenyum penuh arti semenjak Barra memperkenalkan sang istri. Ruangan tengah masih sama persis seperti terakhir kali Zaina datang. Sebenarnya dia belum ingin pindah, tetapi Hilya memaksa. Padahal dia baru menikah kemarin. Kenapa Hilya seakan ingin mengusirnya dengan cepat. Meski letak rumah Barra sangat dekat, dia belum siap untuk hidup berdua. Memang, Zaina sudah menganggap rumah Barra seperti rumahnya sendiri. Dia tahu pasti di mana letak semua ruangan. Bahkan sudah berkali-kali dia men

