Bab 79: Mengintip Suami

1882 Kata

Senyum Zaina tidak pernah menghilang. Dia menghirup aroma s**u hangat yang dibuatkan oleh Wulan. Sejujurnya, dia jarang sekali meminum minuman hangat. Bahkan di pagi hari sekali pun. s**u dingin selalu menjadi pilihannya sejak lama. Namun, karena Wulan sudah membuatkan, dia tidak mau mengecewakan. Kedua mata Zaina masih memperhatikan Barra yang melempar bola ke dalam ring. Dia tidak ingat kapan terakhir kali melihat pria itu bermain basket. Barra tampak lebih tampan saat mendribel bola. Apa lagi ketika dia tersenyum setelah mencetak poin. Tidak ada yang bisa menandingi ketampanan Barra. Kedua tangan sang gadis bertopang dagu. Dia sudah tidak memedulikan s**u di hadapannya. Saat ini, tidak ada yang lebih menarik selain melihat Barra. Semburat cahaya mentari pagi yang mulai muncul bahkan m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN