Sepulangnya ke rumah, Ronald langsung menghempaskan badan ke kasur. Tanpa mandi. Keningnya berkerut, sebab sejak di jalan dengan motor tadi ia terus memikirkan pertanyaan Vito padanya. Apakah ia akan menyerah soal Vinny? Melupakannya? Tidak, tentu saja tidak! Bahkan setelah bertahun- tahun menyukainya, gadis pucat itu telah begitu melekat di hatinya. Bahkan bagian tersulit adalah melupakannya. Dalam keheningan itu, ponsel Ronald bergetar. Sebuah pesan baru saja masuk. Ronald bangkit dengan malas, meraih ponsel dan membuka pesan. …yang ternyata dari Inneke. Ron, besok kamu bisa nemenin aku ketemu klien? Sekalian bantu follow up :) Ronald menatap pesan itu sejenak. Gadis bertubuh mungil dan imut itu kembali menghantuinya lagi. Tidak, Inneke tak seseram itu. Hanya saja akhir- akhir ini

