Ronald sampai pada waktu dinihari, sekitar jam satu lebih. Macet di lingkar luar kota telah menahannya selama tiga jam lebih lama. Igun juga langsung memacu mobilnya menuju rumah sakit yang diberitahukan Angel pada si Keriting, dan saat mereka sampai di sana Babe dan Angel masih di situ. Gerombolan pemuda itu berjalan hati- hati di hening malam mendekati Babe dan Angel. Wajah keduanya tampak cemas dan tegang. “Gimana Vinny, Be?” tanya Ronald tanpa basa- basi. Babe hanya menunjukkan wajah datar, antara kelegaan dan kesedihan. “Luka luar Vinny bisa diobati dengan baik, tapi—“ “Tapi kenapa?” tuntut Ronald. “Kak Vinny belum sadarkan diri, Bang, dan belum bisa dioperasi juga. Soalnya—“ “Belum bisa? Kenapa? Gue kira beberapa jam ini dia dioperasi?!” Angel menggeleng. “Kak Vinny koma sejak

