"Keluar kamu, Van!" hardik Viano. Ya salahnya, ditanya sama atasan kasih jawaban yang ngaco. Masih bersikap tenang, Ivan bisa saja kamuflase. Padahal dalam hati sudah ngikik. "Serius saya, Pak. Kalau kasih yang lain belum tentu dipake, tapi kalau yang itu pasti dipake." "Yah terus, saya nggak tau ukuran dia!" Viano naik pitam. "Kalau kekecilan atau kebesaran, gimana coba?" "Tanya dululah, sama orangnya atau Bapak pakai ilmu kirologi alias kira-kira." Lantaran Ivan bilang pakai ilmu kira-kira, Viano tanpa sadar malah jadi mikirin Nesta. "Bapak pasti bisa!" desis Ivan. "Ish!" Viano bergidik. Jijik sendiri dia sama pikirannya. Terus, buat apa juga Ivan semangatin dia? "Keluar, Van, atau saya pecat kamu!" Serius marahnya. Ivan tidak tahan lagi, lepas juga tawanya. Si bos memang galak,

