Lusi masih dendam, gara-gara ditinggal Viano begitu saja. Itu cowok beneran tidak punya perasaan, deh! Sudah harus menelan rasa malu karena ketahuan cuma drama, ditambah sekarang harus repot menunggu taksi untuk kembali ke kantor sendiri. Ya sudah jelas, orang kantor pada heran. Secara mereka rapat di tempat yang sama, kembalinya kenapa sendiri-sendiri? Lagi pula, sudah jadi rahasia umum kalau Lusi dan Viano punya kedekatan lebih dari sekadar bos dan sekretaris. Tapi, apa pun gosip di luar sana, bagi Viano tetap saja Lusi hanya sekadar teman lama. Tidak lebih! Lusi harus pura-pura cuek, meski dia tahu saat ini orang kantor sedang memikirkan hubungannya dengan dengan Viano. Tatapan mereka yang curi-curi pandang atau ada yang lupa sampai bengong melihat Lusi selama beberapa detik. Huh, se

