"Apa yang membuatmu selalu membelanya, Kia? Paman tidak habis pikir! Sudahlah, Paman tidak bisa melihatmu begini, Paman tidak yakin lelaki itu memperlakukanmu dengan baik selama ini. Lihat, kau kuyu, kau pucat sekarang kau sakit! Pulang, Kia, pulang! Selepas keluar dari rumah sakit ini, kau akan Paman bawa pulang!" Kia menggeleng, menatap pamannya dengan tampang memelas. Dia tidak bisa membiarkan paman merealisasikan keinginannya, memisahkannya dari Devan. Dia tidak akan pernah bisa. "Siapa yang berani membawa Kia keluar dari rumahku?" Semua orang menoleh, begitu pula Kia yang segera tahu siapa pemilik suara berat dan tegas itu. Devan ternyata datang di saat paman dan tante juga berkunjung. Para pengawal pamannya tentu tak bisa melarang Devan masuk sebab lelaki itu adalah suami Kia da

