Langkah tegap Devan terdengar seirama dengan sepatu kerjanya. Ia tengah melalui koridor sebuah restoran bergaya klasik, tempat dimana dia dan Zeva akan bertemu. Ia juga memakai jaket, untuk menutup seragam kerjanya. Tadi Devan bersama rekannya, tapi ketika tak sengaja terlihat Zeva di sana, lelaki itu mengurungkan niat untuk langsung pulang. Zeva mengiriminya pesan dan memintanya untuk menemani sebentar. "Akhirnya kau datang juga, Van. Aku sudah memesan makanan, kau mau pesan apa? Aku akan memanggilkan pelayan." "Tidak perlu, Zeva, tadi kau sendiri sudah melihat kalau aku sudah makan bersama teman-temanku." "Kalau begitu, aku pesankan kau kopi saja ya?" Devan mengangguk sebagai jawaban. Zeva tersenyum, melambaikan tangan kepada pelayan yang segera mendekatinya. Sembari menunggu pesan

