Rawat Inap

1521 Kata

"Kia?! Kau jangan bercanda, jangan mencoba mencari perhatianku dengan berpura-pura sesak nafas begini!" Kia menggeleng, menekan dadanya, memegang perutnya. Keadaannya semakin lemas, udara coba dia hirup sebanyak-banyaknya. Ia merosot perlahan, melihat hal itu, Devan yang tadinya marah membentak, dan tak peduli, sekarang jadi mulai benar-benar memberi perhatian kepada Kia. "Kia?!" Lelaki itu berusaha menyadarkan Kia yang semakin lemas dengan mengguncang tubuhnya. Sadar bahwa Kia tak berbohong, lelaki itu segera mengangkat tubuhnya, membawanya keluar secepat mungkin, meletakkannya di dalam mobil lalu segera melajukan kendaraannya itu dengan kecepatan tinggi, bahkan Devan sampai lupa menutup pintu rumahnya. Mata Kia terbuka sesekali. Devan segera keluar dari mobil, dia membawa Kia ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN