Malam semakin larut, tepat pukul 10 malam Aditya masih tertidu di sofa panjang miliknya. Sejenak ia melupakan bahwa Anggi masih ada di apartemennya. Pusing di kepalanya terasa lebih berat karena kebanyakan menenggak alkohol sedari tadi. Hingga, suara lirih perempuan nampak terdengar di telinga. Namun, karena suara itu sangat lirih Aditya kembali menepiskannya dan melanjutkan tidurnya. "Mas Adit ... Mass Aditt," panggil Anggi. Merasa tak ada jawaban dari sosok Aditya, perlahan kakinya turun dari ranjang. Ia menahan dirinya dengan berpangku pada dinding kamar itu. Perlahan ia berjalan dengan menahan rasa ngilu di kakinya menuju ke arah Aditya. Namun, sial baginya ia terjatuh saat salah prediksi untuk melangkah. "Aduuhh!" keluh Anggi dengan suara yang cukup tinggi karena memang kaki it

