Langkah kaki yang gontai dengan perasaan kacau membawa Anggi tepat di depan perusahaan 'Metropolitant Post'. Ia menghapus air matanya yang sedari tadi tak bisa dihentikan tapi percuma saja karena mata sembabnya tak bisa tertutupi dengan sempurna. Ia berjalan cepat menuju kantor itu dan tujuannya adalah menemui Dimas. Ia tepiskan segala suara para pegawai lain yang memanggilnya, fokusnya hanya satu ruangan manajer direksi. Brak! Sura pintu itu mampu membuat Dimas dan satu orang di dalam ruangannya terlonjak kaget. "Pak Dimas!" Suara Anggi yang meninggi sudah ia lontarkan dan tampaknya mampu membuat beberapa karyawan menelisik penasaran. Dimas justru menatap perempuan itu dengan santai bahkan ia masih mampu menarik bibirnya untuk tersenyum. "Hallo Anggi. Apa kabarmu? Sini-sini duduk

