Malam hari sebelumnya... Saat ini Ruian duduk di sofa ruangan kerja Arfiq. Pandangannya terus ke bawah, seakan-akan di lantai ada sebongkah berlian menjadi incaran semua orang, daripada menatap ayah satu anak itu. Dia tidak berani, dan juga menahan amarah yang lumayan lama berkobar di hatinya. "Minum dulu, Yan! Bukan hanya Zahra yang kedinginan, tapi kamu juga," suruh Arfiq pada pria sahabat Zahra, sekaligus adik dari Fabiano. Suami Ashley, mantan kekasihnya. Arfiq memang meminta salah satu assisten rumahnya untuk membawakan minuman hangat ke ruangan. Tadi dia sempat menawarkan Ruian mandi dulu, tapi cowok bermata coklat itu tidak mau. "Terima kasih, Mas," balas Ruian, seraya mengambil gelas berisi teh di atas meja. Cukup untuk menghangatkan tubuhnya sekarang. Setelah meminum sedikit,

