Perasaan senang yang sedang memenuhi hatinya membuat Ailee tidak dapat menyembunyikannya, senyuman terus menghias di bibirnya sepanjang perjalanan pulang.
"Sepertinya sudah baikan.." Tanya Delio sejenak kemudian kembali fokus mengarahkan pandangannya kedepan untuk menjaga jalur mobilnya tetap berada dalam jalur yang aman.
"Iya.." Jawab Ailee masih dengan senyuman manis yang menghias di wajahnya yang bersih.
"Syukurlah kalau seperti itu, aku juga senang. Kedepannya jaga hubungan kalian baik-baik, aku tidak tahan melihat kalian saling diam satu sama lain.."
"He he he iya kak.."
Delio tersenyum. Ailee balas tersenyum.
"Emhh Ailee.."
Ailee berbalik menatap Delio, menunggu kata berikutnya yang akan Delio katakan.
"Tolong kendalikan ekspresimu di depan Eliza.."
Dahinya mengkerut, perkataan Delio yang membingungkan itu membuat Ailee menatap Delio dengan lekat.
"Maksud kakak?"
"Jangan menatap Eliza dengan tatapan tidak suka atau sebagainya.."
Kak Delio tahu? Apa Eliza yang mengatakan hal itu?
"Aku tahu, kamu cemburu dengan kehadiran Eliza. Tapi tidak seharusnya kamu secara intens memperlihatkannya pada Eliza. Eliza bisa saja menebak-nebak dan rencana yang kamu sembunyikan dari Dirga bisa saja ketahuan.."
Ailee terdiam sejenak.
"Apa Eliza yang bilang sama kakak?"
"Eliza tidak perlu bilang untuk aku menyadari itu Ailee"
Delio memberi fakta palsu pada Ailee. Menurut Delio hanya akan ada kesalapahaman diantara Ailee dan Eliza jika dia mengatakan yang sebenarnya. Ailee bisa semakin tidak suka pada Eliza.
"Maafkan aku kak.." Ailee menunduk, menyesali perbuatannya. "Spontan saja perasaanku sakit melihat Eliza dekat sama Dirga"
"Iya, aku mengerti, tapi kedepannya jangan seperti itu lagi. Kalau kamu terus-terusan seperti itu, Eliza bisa menebak-nebak nantinya.."
"Iya kak, aku juga tidak akan seperti itu lagi.." Ailee balik menatap Delio tersenyum. "Aku sudah tahu perasaan Dirga sekarang, jadi aku tidak akan takut lagi atau cemburu kalau ada perempuan lain didekatnya, termasuk Eliza"
Melihat Ailee yang tersenyum bahagia, membuat Delio turut bahagia.
"Jadi, kamu sudah bilang semuanya sama Dirga?"
"Gak, aku gak bilang apa-apa"
"Terus?" Dahi Delio dikerutkan, reaksi alami dari ekspresinya yang kebingungan.
"Dirga mengungkapkan perasaannya, dia bilang tentang bagaimana dia suka sama aku, dia sayang sama aku.."
Senyum Ailee tidak surut sembari bercerita tentang Dirga. Jelas sekali di wajahnya, bagaimana dia sangat bahagia saat ini.
"Dia bilang seperti itu sama kamu tanpa tahu kamu masih suka sama dia atau tidak?"
Ailee mengangguk mengiyakan pertanyaan Delio.
Delio terdiam, pandangannya kembali kedepan meski pikirannya tidak hanya dia fokuskan pada lintas jalan mobilnya.
Apa seperti itu Dirga menyukai Ailee, dia bahkan tetap menyukai Ailee tanpa tahu apa yang terjadi saat ini. Aku pikir Ailee sudah menceritakan semuanya dan Dirga mengerti keadaannya. Bagaimana jika Dirga tahu nantinya, alasan Ailee memilihku karena paksaan dari Ayahnya. Bagaimana jika pada akhirnya nanti Ailee menyerah, dan melepaskan Dirga. Apa yang akan terjadi pada Dirga saat itu? Adikku itu, bagaimana dia akan menghadapi ini?
Naluriah sebagai seorang kakak, meski Delio menyetujui permintaan Ailee untuk ikut ambil peran dalam menjalankan rencananya. Namun tetap saja, perasaan adiknya adalah pertimbangan utama.
"Ailee.."
"Iya.."
"Apa kamu tidak berniat untuk jujur pada Dirga tentang rencanamu ini? Aku hanya khawatir, perasaannya akan berubah nanti.."
Bukan aku takut pada perasaan Dirga yang akan berubah, aku lebih takut mengingat ketika kamu tidak akan berhasil meyakinkan Ayahmu. Aku takut ketika kamu menyerah pada rencanamu ini kedepannya, dan melepaskan Dirga begitu saja yang sudah sangat mencintaimu. Yang kamu lakukan saat ini adalah menggantung perasaannya tanpa kepastian, apakah kedepannya kamu benar bisa mempertahankan Dirga.
Ailee terdiam. Sedikit bingung, mengapa seorang Delio yang selalu meyakinkannya perihal perasaan adiknya yang akan terus mencintainya itu, sekarang beranggapan akan ada masa perasaan adiknya berubah.
"Untuk sekarang, aku tidak akan bilang tentang hal ini pada Dirga. Aku takut Dirga akan marah pada Ayah"
Dibanding memikirkan Dirga yang akan marah pada Ayahmu, aku lebih memikirkan bagaimana ketika Dirga ikhlas melepasmu agar kamu tidak menjadi putri yang tidak menurut pada orangtua.
"Jadi kamu tidak akan bilang hal ini pada Dirga.."
"Aku..." Ailee terlihat ragu. "Aku berniat untuk ngebahas hal ini sama Dirga, tapi aku butuh waktu. Selain takut Dirga marah pada Ayah, aku juga takut Dirga akan merasa dipermainkan kalau dia tahu tentang rencanaku"
Ah iya, tidak menutup kemungkinan Dirga akan marah saat tahu rencana Ailee ini.
"Jadi sekarang??"
"Aku akan tetap diam kak, sembari berusaha keras untuk menjalankan rencanaku. Aku yakin, perasaan Dirga akan tetap seperti ini padaku" Kata Ailee yakin.
Keyakinan Ailee bukanlah hal yang tidak berdasar. Bayangkan saja, Dirga masih mempertahankan perasaannya meski wanita yang dicintainya itu adalah pasangan kakaknya. Jika bukan karena cinta yang luar biasa di hati Dirga, mungkin saja sedari awal Dirga sudah menyerah, merelakan Ailee demi kakak yang sangat di sayanginya itu.
"Aku hanya bisa berharap yang terbaik untuk kalian.."
Delio tidak tahu harus mengatakan apa lagi. Delio tidak ingin berpihak disalah satu antara mereka, mengingat keduanya adalah adiknya. Namun tetap saja, Delio lebih memprioritaskan perasaan Dirga dibanding perasaan Ailee.