Baikan

1050 Kata
Kau tak bisa melakukan ini padaku Semua ucapanmu seperti sebuah topeng Kau menyembunyikan kebenaran, membuatku gila Aku membutuhkanmu Mengapa hanya aku yang jatuh cinta dan hanya aku sendiri yang terluka Mengapa aku masih membutuhkanmu sedang kutahu, itu akan semakin membuatku terluka. Apapun yang aku lakukan, aku tak bisa lagi menahannya. Benar ini hati dan perasaanku Tapi mengapa hati dan perasaan ini tidak mau menurut padaku (untuk melupakanmu) I Need U_BTS (Prov Dirga) Meski hatinya begitu rindu akan sosok perempuan yang sedang duduk didepannya itu, namun tidak ada hal yang bisa dia lakukan untuk menebus semua perasaan yang tertampung itu. Bukan hanya rindu yang harus ditebusnya. Ribuan pertanyaanpun memenuhi isi kepalanya perihal Ailee, yang lebih memilih kakaknya dibanding dirinya. Pertanyaan itu sudah mendapat jawaban dari Ailee sebelumnya, namun baginya itu bukan jawaban yang bisa menebus dari segala apa yang terjadi. Sedari kecil bersama Ailee, benar tidaknya jawaban Ailee adalah hal yang bisa dia ketahui. Namun meski batinnya bergejolak menolak dan yakin bahwa jawaban Ailee itu salah, namun kekuatan batinnya itu tidak kalah kuat dari Ailee yang meyakinkannya bahwa itulah fakta yang ada sekarang. Dirga dengan ribuan pertanyaan yang disembunyikannya, dan Ailee dengan segala kebenaran yang dia sembunyikan. Dua insan yang hanya duduk terdiam itu, saling melempar pertanyaan dalam hati sembari melirik satu sama lain, seolah telepati bisa menyampaikan ribuan kemelut dalam batin mereka masing-masing. "Apa kita akan diam seperti ini terus sampai mereka kembali dari belanja?" Tanya Ailee memecah keheningan diantara keduanya. "Entahlah.." Jawaban singkat dari Dirga "Kamu masih marah sama aku?" Sorot pandangan Ailee yang teduh kembali menyentuh dan memupuk perasaan Dirga, membuat perasaan cinta itu makin berkobar. "Menurutmu?" "Maafkan aku.." Ailee tertunduk. Dirga yang sedari tadi beku di tempatnya, beranjak dari tempatnya. "Mau kemana?" Tanya Ailee "Setidaknya aku harus menghidangkan air untuk tamuku kan?" "Dirga.." Tahan Ailee. "Apa aku hanya sekedar tamu bagimu sekarang?" "Tentu saja bukan. Kamu kakak iparku kan sekarang..." Perasaan Ailee yang selalu saja perih tiap kali Dirga memperjelas statusnya sebagai tunangan dari kakaknya. "Terus kenapa selalu menghindar dari aku. Aku sebagai calon kakak iparmu ini tidak harusnya kamu hindari kan? Kita akan menjadi keluarga, harusnya kamu memperlakukanku dengan hangat.." Seperti sebuah balasan yang Ailee berikan pada Dirga dari tiap rasa sakitnya setiap Dirga mengingatkan akan statusnya sebagai kakak ipar. Dirga terkejut. Selama ini Ailee hanya terdiam tiap kali dia menggunakan kata 'Kakak ipar' untuk menembak perasaan Ailee agar setidaknya merasa sedikit bersalah karena tidak memilihnya. Namun kali ini, Ailee tidak tinggal diam dan membalas dengan cara yang sama. Apa sakit seperti ini yang kamu rasakan tiap kali aku memperjelas statusmu sebagai kakak iparku?. Harusnya kamu tidak merasakan sakit ini bukan, karena semuanya adalah pilihanmu. Tapi tetap saja aku yang mengertimu bisa merasakan, cinta yang kamu punya masih milikku. "Bukannya kamu tahu alasannya?" Dirga terdiam ditempatnya sembari menunduk. Rasa sakit dari tembakan ucapan Ailee masih membekas jelas diperasaannya. "Apa harus aku perjelas baru kamu sadar Lee?" Tatapan mata Dirga dengan sedikit genangan air di pelupuk matanya membuat Ailee tidak tahan untuk tetap diam ditempatnya. Ailee mendekati Dirga dan memeluknya dengan erat. Perasaannya yang begitu dalam pada Dirga membuatnya lepas kendali dan meninggalkan sejenak bagian dari rencananya. Kali ini, biarkan aku keluar jalur sejenak, aku begitu merindukannya. Pelukan ini bahkan tidak bisa meredam segala perasaan rinduku. Pelukan erat dari Ailee, membuat Dirga lepas kendali dan balas memeluk dengan lebih erat lagi. Usahanya menjaga jarak dari Ailee demi menghapus perlahan perasaannya, hancur seketika. Usaha itu lenyap begitu saja dan berganti dengan perasaan yang semakin menggebu-gebu. Aku tahu ini salah, aku tahu ini tidak seharusnya aku lakukan, tapi biarkan aku.. Biarkan aku merasakannya, meski aku tahu ini hanya euphoria sejenak yang kau ciptakan untukku. Dalam sejenak keduanya larut dalam perasaan masing-masing. Airmata Ailee mulai membasahi kaos abu-abu yang digunakan Dirga Sekiranya cukup menuangkan perasaannya, Ailee meregangkan pelukannya namun Dirga seolah tidak membiarkan Ailee melepaskan pelukannya dengan kembali menarik Ailee dalam pelukan yang erat. "Jangan lepaskan.. Jangan lepaskan.. Biarkan seperti ini sebentar.." Ailee hanya terdiam, menuruti permintaan Dirga. "Aku tidak akan bertanya lagi sekarang, aku tidak peduli lagi apa alasanmu memilih kak Delio dan bukan aku. Aku tidak akan menghindarimu lagi, aku tidak akan melepaskan perasaanku yang bersembunyi dibalik kata menyerah.." Airmata Ailee yang mulai mereda kembali memburu keluar dari kelopak matanya. Hal yang dia takutkan mengenai Dirga yang akan melupakannya, akhirnya hilang setelah semua yang Dirga katakan padanya saat ini. Dirga melepas pelukannya, menggenggam bahu Ailee sedikit erat. "Aku akan bertahan.." Kata Dirga sembari menyeka airmata Ailee Perasaan yang memburu dan meledak-ledak itu perlahan mereda dan menjadi lebih hangat. Perasaan emosional yang sudah sama-sama mereka luapkan membuatnya keduanya menjadi lebih tenang sekarang. Ailee duduk sembari bersandar di bahu Dirga "Maafkan aku.." Ailee menarik kembali kepalanya dari kenyamanan bersandar dipundak Dirga "Untuk apa?" Tanya Dirga menatap perempuan yang duduk disampingnya itu. "Atas semua yang sudah terjadi ini.." "Tidak apa, semuanya sudah berlalu. Aku yang harusnya minta maaf, karena dengan egoisnya tetap ngeharapin kamu buat milih aku, bahkan dengan sedikit mendesakmu.." Ailee berbalik menatap Dirga. "Aku tidak seharusnya marah kan, itu perasaanmu dan pilihanmu. Mungkin benar, kak Delio jauh lebih baik dari aku" Ailee menatap Dirga lebih dalam lagi, airmatanya kembali menggenang dipelupuk matanya. Aku ingin sekali mengatakan semuanya, tentang bagaimana hati dan perasaanku yang hanya mencintaimu seorang. Maafkan aku Dirga, semuanya harus aku sembunyikan seperti ini. "Ailee.." Dirga kembali menyeka airmata Ailee yang menetes. "Boleh aku jujur?" Ailee dengan matanya yang sembab mengangguk pelan. "Aku masih sangat menyukaimu, masih sangat mencintaimu. Andaikan kak Delio bukan kakakku, aku pasti akan merebutmu kembali, meski itu dengan sedikit paksaan" Kata-kata Dirga yang tulus itu kembali mengundang airmata yang siap Ailee tumpahkan ke wajahnya. "Aku akan tetap mempertahankan perasaanku. Aku tahu ini salah, tapi aku tahu, menahannya adalah hal yang lebih salah lagi" Mata Ailee berkaca-kaca mendengar penuturan Dirga "Aku tidak tahu sampai kapan. Mungkin setidaknya sampai aku menemukan orang lain yang bisa meredakan perasaanku padamu. Sebelum sampai waktu orang itu datang, izinkan aku tetap mencintaimu seperti ini.." Ailee mengangguk pelan, hatinya dipenuni rasa haru. Tidak ada kata-kata yang bisa dia ungkapkan, airmatanya cukup mewakili apa yang dia rasakan sekarang. Maafkan aku Dirga, maafkan aku karena menyembunyikan semua ini, maafkan aku yang harus menjalankan rencana ini tanpa sepengetahuanmu. Aku tahu ini egois, namun aku sangat berharap 'Orang lain' itu tidak akan datang, sampai aku bisa memenangkan keinginanku dihadapan Ayah dan kembali kepadamu. Aku mencintaimu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN