17 “Cepat atau lambat, kau akan menjadi kekasihku.” Seluruh tubuh Jasmine menggelenyar mendengar keyakinan pria itu. Enggan terjerat lebih jauh pada pembicaraan yang tak akan menemukan akhir menyenangkan itu, Jasmine membisu seribu bahasa. Davien benar bahwa Jasmine tertarik padanya. Namun tentu saja Jasmine tidak akan mengikuti hasrat terlarang dalam dirinya itu. Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan. Bagaimana perasaannya jika nanti ditinggalkan Davien, juga dampaknya pada hubungan kerja mereka? Lagi pula, ia yakin, beberapa hari lagi Davien akan melupakan ketertarikannya itu dan menjalin hubungan dengan salah satu wanita-wanita cantik yang mengerubunginya. Pemikiran itu membuat Jasmine merasa sakit. Apakah sebenarnya diam-diam ia telah jatuh cinta pada Davien? Mungkinkah ia me

