Adelina memasuki masa SMA dengan semangat dan sedikit ketegangan. Usianya kini 15 tahun. Tubuhnya menjulang lebih tinggi dari setahun lalu, rambut panjangnya dibiarkan tergerai dengan poni tipis menutupi dahinya. Ia terlihat anggun, tapi juga tetap ceria. Rona remaja membuatnya tampak seperti bunga yang mulai merekah. Hari pertama masuk SMA, Keisha sudah menyiapkan seragam yang disetrika rapi dan kotak bekal berisi nasi goreng kesukaan Adelina. Sementara itu, Brian menunggu di ruang tamu dengan tatapan penuh kecurigaan. “Anak SMA ya sekarang,” gumam Brian, menyipitkan mata. “Berarti sudah masuk wilayah berbahaya.” “Bahaya kenapa, Pa?” tanya Adelina sambil mengambil sepatu dari rak. “Karena cowok-cowok SMA lebih nekat daripada cowok-cowok SMP,” sahut Brian. “Papa bakal pasang CCTV di pag

