Setelah percakapan emosional di meja makan itu, sesuatu mulai berubah di dalam rumah keluarga kecil mereka. Meskipun tidak drastis, namun Brian mulai menyadari bahwa waktu terus berjalan, dan anak-anaknya tumbuh bukan untuk terus berada di dalam genggaman, tetapi untuk belajar menghadapi dunia. Adelina yang kini duduk di bangku SMA kelas 10 mulai lebih aktif di sekolah. Ia mendaftar sebagai anggota OSIS dan langsung terlibat dalam beberapa program penting, termasuk festival budaya dan lomba debat antar sekolah. Ia juga mulai menunjukkan minat besar di dunia menulis dan public speaking. Meskipun masih ada rasa ragu dari Brian, namun Keisha yang lebih tenang dan bijak perlahan membujuk suaminya untuk memberikan Adelina ruang dan kepercayaan. “Bri, kamu tahu nggak? Adelina nulis puisi yang

