Sudah dua bulan sejak Adelina resmi tinggal di Paris. Ia tinggal di sebuah apartemen kecil di arrondissement ke-15, dekat universitas tempat ia meneliti. Pagi-pagi ia akan bangun, membeli croissant di boulangerie dekat apartemen, lalu berjalan ke kampus sambil membawa tas jinjing berisi laptop dan jurnal-jurnal tebal. Ia sibuk, tapi tidak kesepian. Setidaknya tidak lagi. Ia mulai menikmati kesendirian yang sunyi, namun penuh makna. Kadang, saat malam, ia duduk di dekat jendela sambil membuka galeri foto-foto keluarganya. Salah satu yang sering ia lihat adalah… foto Adnan. Adik laki-lakinya yang dulu menyebalkan itu, sekarang sudah resmi jadi mahasiswa teknik di Jakarta. Tinggal di kosan dekat kampus, mulai belajar mandiri—dan mulai mengenal yang namanya cinta. *** **Adnan dan Rihana**

