Nadine Aku benar-benar pusing tujung keliling melihat penampilanku di depan cermin. Berkat cermin seukuran tubuhku yang berdiri atau lebih tepatnya disangga di samping meja rias, aku bisa menikmati pemandangan yang membuat kepalaku geleng-geleng. Aku saja jijik, apalagi kalau harus dipertontonkan dengan mertuaku. Lebih baik aku mengurung diri di kamar. Baju kaos Raka yang paling kecil yang bisa kutemukan di lemarinya, mampu menelan tubuhku hingga sebatas setengah paha. Saat aku mencari celana yang bisa kukenakan, semua melorot. Bahkan Raka tidak punya boxer bertali yang bisa kubesar kecilkan sesuai pinggang. Alhasil, aku hanya mengenakan kaos kebesaran yang lehernya juga timpang sebelah. Daripada menimbulkan hal-hal yang tak nyaman, aku memilih mengurung diri setelah hampir 10 menit be

