Raka Aku mendapati aura kekhawatiran dari raut wajah Nadine. Beberapa kali dia menelan air ludah dan mengalihkan tatapannya dariku. Belum lagi bibir bawahnya yang digigit-gigit, kebiasaan kalau lagi takut. Tapi semakin diperhatikan, aku justru geram melihat penampilannya kali ini. Mungkin karena bahasan yang sedikit m***m tadi membuat pikiranku jadi membayangkan hal tersebut. “Ahh sial.” Aku masih menahan tangan Nadine. Anak ini kalau tidak dikendalikan bisa membabi buta. Kupejamkan mataku untuk mengendalikan diri. Menekan emosi yang tadi sempat mencuat mungkin tidak terlalu sulit. Tapi menahan emosi lain yang mengendalikan hasrat tidak semudah itu. Apalagi dengan penampakan Nadine yang selalu tampak imut. Aku membuka kembali kelopak mataku, dan yang kulihat masih sama. Mataku tak bis

