ONE DAY

1916 Kata

Nadine Tidak terasa waktu berlalu mengukir beragam cerita diantara aku dan Raka. Bukan waktu yang singkat yang telah ku lalui bersamanya. Telah habis 13 bulan saat pertama kali aku berjanji di altar, menyebut namanya sebagai pendamping hidupku dalam suka maupun duka. Jika kalian bertanya apa yang sudah kami lewati, maka jawabannya sederhana saja, ‘banyak’. “RAKAAAA….. Ini anak kalau enggak diteriaki enggak akan bangun ya. Dia enggak tahu apa leher gue sakit teriak-teriak tiap pagi?” Aku selalu meradang setiap pagi untuk membangunkan Raka. Entah sejak kapan pria itu mulai jadi pemalas. Dulu di awal-awal nikah dia itu rajin, bisa bangun sendiri setiap pagi. Apa-apa bisa ambil sendiri, meskipun aku berusaha melakukannya untuknya juga. Tapi sekarang, semua harus campur tanganku, mulai dari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN