Raka Aku memutuskan untuk bicara intens dengan orangtua Nadine setelah malam dimana kudapati perempuan yang telah menjadi istriku itu meringkuk ketakutan. Mungkin tidak seperti orang-orang yang cenderung histeris akbiat trauma. Tapi di matanya jelas tersirat kekhawatiran dan penolakan. Itu yang membuatku bertanya-tanya, hingga memutuskan mencari tahu hal tersebut langsung kepada mertuaku. Gayung bersambut, meski diiringi air mata serta helaan nafas yang entah berapa puluh kali, kedua mertuaku mengatakan masa lalu suram yang pernah dialami Nadine. Sosok gadis tomboy yang nampak kuat dan kokoh ternyata memiliki kisah silam yang suram. Dia dilecehkan secara seksual, dan menjadi awal kehadiran Nadine yang sekarang. Flasback on “Saat itu kami sedang liburan.” Mama membuka suara dengan tatap

