Raka 3 bulan kemudian Tak terasa sudah 3 bulan usia pernikahanku dengan Nadine. Semua tampak biasa-biasa saja. Namanya pertengkaran sudah menjadi santapan rutin kami hampir setiap hari. Tapi entah mengapa semakin lama bersamanya, aku merasa seperti bersama seorang adik perempuan. Jika bicara tentang kategori istri idaman, Nadine sudah tentu masuk kriteria. Ia diam-diam pandai memasak, terkhusus makanan berat. Baru-baru ini dia belajar membuat beberapa jenis kue. Aku selalu menjadi korban juru cicip, terkadang lidahku disuguhi adonan asin, hambar, amis, dan rasa yang kadang sulit kudeskripsikan. Ingin menolak, di rumah ini hanya ada kami berdua, tak ada yang bisa menggantikan penderitaanku. Selama 3 bulan ini, orangtua kami beberapa kali mampir, tapi tidak pernah menginap. Arnold juga

