BUKAN ISTRI YANG BURUK

1662 Kata

Nadine Aku dan Raka membagi tugas menyusun barang-barang yang tadi kami beli. Tentu saja semua harus sesuai konsep yang ada di kepalaku. Dan dia, entah karena malas berdebat atau memang tidak memiliki ide lain, menurut saja tanpa membantah. Beberapa kali kumarahi karena salah meletakkan, salah mengenali benda yang kumaksud, hingga dia menggaruk kepalanya frustasi. Tapi tetap saja dia kembali bertanya benda-benda itu harus diletakkan dimana. “Bisa aku istirahat? Aku lelah.” Keluhnya setelah cukup lama berkutat dengan barang-barang dapur. “Hm, baru segitu.” Cibirku. Tapi sepertinya dia benar-benar lelah hingga melengos begitu saja tanpa sepatah kata terakhir. Melihatnya berjalan lesu ke ruang keluarga, membuatku hanya bisa mendesah pasrah. Apalagi tubuhnya langsung ambruk ke sofa. Tak te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN