Raka “Ka, belanja yuk.” Setelah drama singkat satu jam lalu, Nadine terlihat sudah seperti biasa. Ia muncul begitu saja dari dalam rumah dengan pakaian baru. Sepertinya baru saja mandi. “Sudah enggak marah?” Tanyaku ragu, takut kalau-kalau dia tiba-tiba kesal dan pergi melipir lagi. “Marah? Siapa yang marah?” “Kamu, tapi main pergi.” Nadine terlihat berpikir, mungkin berusaha mengingat sesuatu. “Ohh… aku bukan marah. Tadi memang mau ke kamar mandi. Sekalian saja mandi.” Jawabnya santai. Tidak tahu jika tadi aku sudah berpikir keras sampai sakit kepala hanya karena sikapnya yang tiba-tiba meninggalkanku. “Oh.” Jawabku seadanya. “Ya sudah, sana mandi. Nanti keburu malam, pasarnya tutup.” Aku melirik jam tanganku dan melihat arah jarumnya ke pukul 4 sore. “Masih jam 4.” “Kok masi

