Nadine “Kau tahu apa yang paling aku suka dalam hidup?” Raka menatap lurus ke tengah danau buatan di depan kami. Saat ini kami memang sedang piknik. Sebulan mengurung diri membuat ibu mertuaku marah-marah tak jelas. Ia lalu menyiapkan segalanya, bahkan undangan tak terduga untuk mama dan papaku. Alhasil, di sinilah kami semua, dua keluarga, bahkan ada Arnold dengan pacar barunya bernama Oci. Kutatap wajah suamiku dari samping. Dia masih sama tampan seperti pertama kali kami bertemu. Postur tubuhnya juga masih sama, tidak gemuk dan tidak kurus. Hanya saja, rambut-rambut halus mulai tumbuh di sekitar rahang dan di atas bibinya. Mungkin karena aku hanya diam menatapnya, akhirnya dia mengalihkan pandangan ke arahku. Raka tersenyum, tulus dan manis. Ia selalu melakukannya belakangan ini. M

