TEMAN HIDUPKU

1598 Kata

Raka Aku merasa bersalah telah membentak Nadine barusan. Tapi apa boleh buat, perempuan keras kepala itu terus saja meracau yang bukan-bukan. Aku paling tidak suka dipersalahkan atas sesuatu yang bukan salahku, terlebih untuk hal-hal yang sangat rendahan. “Aku tidak akan meninggalkanmu. Bahkan jika medis mengatakan kau mandul sekalipun.” Hanya kata-kata sederhana itu yang bisa kuutarakan untuk mendukung Nadine. Kubawa tubuh Nadine ke dalam pelukanku. Isakannya sudah mulai reda, efek kena bentak. Aku mencoba menyamankan posisi kami, sampai aku bisa melihat wajahnya yang sembab. “Jangan pernah menyalahkan dirimu atas sesuatu yang bukan salahmu. Kau yang selalu meyakinkanku jika rencana Tuhan itu yang terbaik. Saat dulu aku di titik terendah, kamu menguatkanku, mengingatkanku jika semua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN