“Hanya orang yang bernyali besar yang berani jatuh cinta” “Kenapa harus begitu, Mak?” tanya Wasis “Karena benar kata Mbak Sumirahmu itu, Sis.. Jatuh cinta itu perasaan rumit dan merepotkan,...” “Nah kan.. Benar kataku” kataku antusias. Aku merasa senang. Dan menang. “.....namun hidup kita juga akan lebih bermakna setelah mengenal cinta. Menguatkan dan melengkapi, menenangkan dan melembutkan.” “Wasis, anakku.. Kau masih belum tahu makna kalimat Emak, nak.”ucap Emak. “Ta—tapi, Mak..” “Tak apa, Mirah. Sumirah nanti akan tumbuh menjadi anak perempuan yang pemberani dan bernyali, anak perempuan yang hatinya hangat karena kasih sayang. Emak akan mendengar cerita Mirah ya.” Emak tersenyum padaku. Terkadang senyum Emak mengandungarti yang berbeda dan aku tak bisa dengan mudah menebak mak

