“Halo, Ci Lien?” Aku tahu Ci Lien yang akan mengangkat telepon ini. Ia tak tahu aku menyimpan nomor ini, “Mirah, apa itu kau?” tanya Ci Lien cepat. Baguslah, aku tak perlu repot berpura-pura menjadi orang lain. “iya, Ci.” jawabku singkat. “Bagaimana kau tahu nomor ini? Aku tak pernah memberi nomor ini pada siapapun.” ucapnya gugup. “Hahaa.. Ci, tidakkah kau tahu kalau aku belajar banyak darimu tentang ini? Aku juga tahu bahkan Pat tak mengerti apapun tentang nomor barumu ini.” “Kau membuatku takut, Mirah.” “Tidak, tidak. Jangan merasa takut padaku. Haha..” Harusnya akulah yang merasa takut. Semakin kesini, semakin aku sadar bahwa ada banyak sekali hal yang tidak kuketahui tentang Ci Lien. “Untuk apa kau meneleponku, Mirah? Apakah ada sesuatu yang kau butuhkan?” tanyanya. “C

