Chapter 55

1120 Kata

“Mbak, boleh nggak kita marah ke Tuhan?” Pertanyaan yang sama muncul di kepalaku. Mungkin boleh, mungkin tidak. “Kenapa kau berpikir seperti itu?” “Karena sudah lama aku tidak melihat Bapak dan Emak tersenyum. Kalau kata guru ngaji Wasis, senyumnya orang tua adalah senyumnya Tuhan, marahnya orang tua adalah marahnya Tuhan. “ Mungkin memang begitu, pikirku. “Mbak, Wasis ingin bermain di luar rumah, mbak” “Mbak, apa boleh Wasis pergi main layangan?” “Mbak, kenapa kok Mbak Mirah tidak menjawab pertanyaan Wasis? Apa Mbak Mirah juga marah ke Wasis?” Aku terkejut dan menoleh pada Wasis dan berkata “ Memang siapa yang sudah kau buat marah?” “Bapak dan Emak.. kadang Wasis kira Mbak Sumini yang marah.” katanya sedih. Aku terdiam. Wajah dan bajunya yang kudut membuatnya semakin terlihjat se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN