“Kau tak bisa melakukannya pada kami, Singsang.”pinta Edelyn Aku memandanginya sekejab, namun tak menemukan arti dari tatapannya pad Singsang. Kurasa ada sesuatu yang disembunyikan. Ah, aku tak ingin tahu! Biar saja ia dengan pemikirannya. “Kami tak punya pilihan lainnya, Edelyn. Sungguh. Kalau kami punya pilihan untuk memulangkan kalian ke negara asal kalian, kami akan dengan segera melakukannya.” jawab Singsang. “Lagipula ini juga karena kalian berdua.” ucap Dhai-dhai. “Karena kami?” tanya Edelyn. Aku hanya bisa berdiri melihat keduanya berdebat. Hal yang kutakutkan terjadi. Aku mulai goyah. “Iya.. Karena ulah kalian.” jawab Singsang ketus. Padahal biasanya, ia selalu menggunakan nada dan suara lembut pada kami. Hampir tak pernah aku mendengar Singsang memakai nada tinggi ketika

